Qais melalui sebuah kota. Tanpa disangka-sangka dia mengucup tembok kota tersebut. Orang lain yang melihat terkejut. Orang-orang menanyakan terhadap apa yang ia lakukan. Jawab Qais: ‘Bukanlah tembok kota yang aku kucup Tetapi cinta hatiku yang tinggal hidup.’ Dalam kesempatan yang lain, Laila berada di hadapan Qais. Akan tetapi Qais tidak memandang Laila. Malahan ralit menatap rembulan. Sekali lagi orang mempersoal. Jawab Qais: ‘Apa perlunya aku menatap Laila Cukuplah menatap bulan yang sama ditatap Laila.’ Begitulah cinta, sebuah rasa yang tak dapat didefinisikan. Lantas bagaimana sebenarnya kisah cinta Laila Majnun yang sebenarnya ? Menurut riwayat Syeikh Nizami (1141-1209), kisah ini begitu masyhur dalam kebudayaan Arab. Suatu cerita epic yang sering dibaca berulang-ulang. Seperti bandingannya dengan era sekarang, yaitu Romeo & Juliet. “Majnun” berasal dari kata bahasa arab yang bermakna “orang gila” Dalam kisah ...
Remaja harus memiliki tujuan dan pandangan hidup untuk melakukan segala sesuatu termasuk mengenai Hal Romance