Skip to main content

Posts

Kisah Cinta Layla Majnun

  Qais melalui sebuah kota. Tanpa disangka-sangka dia mengucup tembok kota tersebut. Orang lain yang melihat terkejut. Orang-orang menanyakan terhadap apa yang ia lakukan. Jawab Qais:   ‘Bukanlah tembok kota yang aku kucup Tetapi cinta hatiku yang tinggal hidup.’ Dalam kesempatan yang lain, Laila berada di hadapan Qais. Akan tetapi Qais tidak memandang Laila. Malahan ralit menatap rembulan. Sekali lagi orang mempersoal. Jawab Qais: ‘Apa perlunya aku menatap Laila Cukuplah menatap bulan yang sama ditatap Laila.’ Begitulah cinta, sebuah rasa yang tak dapat didefinisikan.   Lantas bagaimana sebenarnya kisah cinta Laila Majnun yang sebenarnya ?  Menurut riwayat Syeikh Nizami (1141-1209), kisah ini begitu masyhur dalam kebudayaan Arab. Suatu cerita epic yang sering dibaca berulang-ulang. Seperti bandingannya dengan era sekarang, yaitu Romeo & Juliet. “Majnun” berasal dari kata bahasa arab yang bermakna “orang gila” Dalam kisah ...

6 Puisi Cinta Paling Romantis

TUHAN TAHU AKU MENCINTAIMU < Legiman Partowiryo> Engkau bukanlah hujan tetapi engkau selalu menarik air hujan menjadi mata air hujan di mataku keberadaanmulah yang menjadi alasan mengapa awan mendung muncul pagi ini, dan memaksaku menumpahkan hujan untuk kesekian kalinya, dari kelopak yang sudah dengan susah payah kukeringkan. Aku hanya tidak menyangka saja bahwa aku yang telah berpaling dari kecupmu yang membara dalam kata-kata masih sanggup merasakan adamu yang jauh tetap mengimani cintaku. Maka aku mohon kepadamu, berbelas kasihlah kepada sepasang mata yang mungkin sedang menatap puisi ini. Atau kita bisa bersepakat, melalu segala yang ada, bahwa Tuhanpun tahu cintaku tidak musnah oleh waktu hingga maut menjemputku dan akan ku tunggu kau di lain waktu MUARA CANDA Inginku bergelut dengan candanya Tawanya menyelinap disela-sela telinga Hangat dirasa ketika bersama Merekahkan seny...